MAKASSAR, LOKANEWS.ID — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tingkat I Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menggelar pelantikan kepengurusan di Hotel Claro Makassar, Senin (9/3/2026). Namun, agenda tersebut menjadi sorotan karena tidak dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan.
Ketidakhadiran gubernur memunculkan berbagai spekulasi di kalangan aktivis kepemudaan. Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan bahwa gubernur justru berencana menghadiri pelantikan kepengurusan KNPI yang dipimpin Vonny Ameliani Suardi.
Situasi ini dinilai oleh sebagian pihak sebagai sinyal bahwa dukungan pemerintah provinsi kemungkinan lebih mengarah pada kepengurusan KNPI versi tersebut. Bahkan, absennya gubernur dalam pelantikan yang digelar oleh kubu lain memunculkan pertanyaan mengenai legitimasi kegiatan tersebut.
Sebagai organisasi kepemudaan nasional, KNPI selama ini dikenal sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan generasi muda. Karena itu, kehadiran kepala daerah pada pelantikan kepengurusan KNPI biasanya menjadi simbol dukungan dan sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan.
Dalam sejarah KNPI Sulawesi Selatan, pelantikan pengurus sebelumnya hampir selalu dihadiri gubernur yang menjabat. Hal tersebut pernah terjadi pada masa kepemimpinan Imran Eka Saputra maupun Nurkanita Maruddani Kahfi.
Absennya gubernur pada pelantikan kali ini pun memunculkan tanda tanya terkait dinamika internal organisasi kepemudaan tersebut di Sulawesi Selatan.
Comment