Bank Sampah hingga Antisipasi Kebakaran, Kasrudi Soroti Persoalan Lingkungan di Paropo

MAKASSAR, LOKANEWS.ID — Persoalan pengelolaan sampah dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran menjadi perhatian dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang dilaksanakan Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Partai Golkar, Kasrudi, SH., MH., bersama Kelurahan Paropo, Senin (28/9/2026).

Kegiatan pada bidang Perekonomian dan Keuangan tersebut berlangsung di Hotel Grand Imawan Makassar, Jalan Pengayoman No. 36. Kegiatan Angkatan X ini menjadi forum dialog antara DPRD dengan jajaran pemerintahan kelurahan terkait sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kasrudi hadir sebagai narasumber bersama Lurah Paropo, Hazkia Lumme, S.IP., dan Muh. Rudi, ST. Jalannya diskusi dipandu oleh moderator Aurelia Ramadhia Lumentut, SS., dengan pembahasan yang turut menyoroti pengelolaan sampah serta kondisi lingkungan permukiman.

Dalam penyampaiannya, Kasrudi mengapresiasi upaya Kelurahan Paropo dalam mengurangi persoalan sampah di lingkungan masyarakat. Ia menyebut keberadaan bank sampah di masing-masing RT dapat menjadi salah satu sarana yang dimanfaatkan warga untuk mengelola sampah secara lebih terarah.

“Saya berterima kasih kepada Kelurahan Paropo, berkat kegiatanta kerjata bau sampah di Manggala itu berkurang. Yang perlu kita perbaiki kembali bagaimana sampah kita pilah itu bisa bermanfaat, bisa menjadi uang kalau kita manfaatkan dengan baik,” ujar Kasrudi.

Ia menjelaskan, pemilahan sampah dapat memberikan manfaat lebih apabila dilakukan secara konsisten. Menurutnya, fasilitas bank sampah yang telah tersedia di setiap RT di Kelurahan Paropo dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memilah sampah sekaligus mengembangkan nilai ekonominya.

Selain persoalan sampah, Kasrudi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca di Makassar terasa panas. Ia meminta warga memastikan kondisi rumah sebelum bepergian serta memperkuat hubungan dengan tetangga agar dapat saling mengingatkan ketika terjadi situasi yang berpotensi membahayakan.

“Kalau kita mau keluar dari rumah, kita pantau rumah ta dulu baru kita tinggalkan. Dan kita perbaiki kerukunan ta sama tetangga, jadi bisaki saling mengingatkan,” tuturnya.

Kasrudi menilai pengelolaan lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah kelurahan dan masyarakat. Melalui kegiatan pengawasan tersebut, berbagai persoalan di tingkat lingkungan dapat dibahas secara langsung sehingga langkah penanganannya dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat di Kelurahan Paropo.

Comment