Makassar, Lokanews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar bersama Pemerintah Kota menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Kepemudaan. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Asyra, Kamis (28/08/2025), dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas pentingnya peran pemuda dalam pembangunan daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Bryan Ramadhan Brahman, S.STP., selaku Kepala Bidang Pengembangan Pemuda DISPORA Makassar, menjadi narasumber pertama. Ia menekankan bahwa pemuda merupakan motor penggerak perubahan yang harus diberi ruang untuk berkembang. “Perda ini hadir sebagai bentuk dukungan pemerintah agar generasi muda bisa lebih produktif, kreatif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Kota Makassar,” ungkapnya.

Narasumber kedua, M. Rifyal, S.H., menyoroti aspek hukum dari Perda Kepemudaan tersebut. Menurutnya, regulasi ini tidak hanya menjadi landasan hukum, tetapi juga jaminan bahwa hak-hak pemuda dilindungi dalam berbagai aspek, termasuk pendidikan, lapangan kerja, serta wadah pengembangan diri. “Pemuda harus menyadari bahwa perda ini dibuat untuk menjamin hak dan kesempatan mereka dalam mengembangkan potensi,” ujar Rifyal.

Sementara itu, Muh. Radjil Gufran B., S.Kom., selaku narasumber ketiga, membahas pentingnya inovasi digital di kalangan pemuda. Ia mendorong generasi muda Makassar untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana meningkatkan kualitas diri dan ekonomi kreatif. “Anak muda Makassar harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal, justru harus menjadi pelopor dalam bidang digital,” jelas Radjil.

Kegiatan ini dipandu oleh moderator Rini Susanty, S.E., yang memfasilitasi jalannya diskusi dengan interaktif. Peserta yang hadir, baik dari kalangan pemuda, mahasiswa, maupun komunitas, aktif memberikan tanggapan dan pertanyaan yang semakin memperkaya pemahaman terhadap Perda Kepemudaan.
Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, DPRD Kota Makassar berharap pemuda dapat semakin memahami perannya dalam pembangunan daerah. “Kami ingin anak muda Makassar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama dalam setiap gerak pembangunan,” tutup salah satu penyelenggara kegiatan.
Comment